JoKe$
Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan
tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang
lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak. Semuanya
oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang
mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus
berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya. Anggur ini mahal dan
mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan
adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.
kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa
tahu dengan jelas. Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan
memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari,
walau sedikit demi sedikit. Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain
sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.
pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti
isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakkan kembali
seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini
pun berkurang seperti halnya anggur.

sabarlah dalam bertindak
Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah
yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan
untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur. Dan
dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka
perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu
selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!
Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut “Not me, Boss! Selama
ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak untuk para Boss!”
Moral kisah :
Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi?
Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit?
Kadang kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri, yang
sebenarnya tidak perlu

love can solve everything
Leave a response and help improve reader response. All your responses matter, so say whatever you want. But please refrain from spamming and shameless plugs, as well as excessive use of vulgar language.
Kadang kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri, yang
sebenarnya tidak perlu
iya bener juga nih…..
yup, betul. Jangan keburu curiga sama orang kalau emang ga punya bukti.
waduh, kasian si boss, kena sendiri hahaha….
“asas praduga tak bersalah”
itu kata para bapak polisi..
hmm..
aq koq g mudeng yo ceritae..
ini vivi KMK temene intan itu ta??
ah…rendi dong-dong masa ga ngerti maksud ceritane?rentong…rendi lontong….
Emang yg namanya hukuman g bisa dihindari. Hahahahahaha……..